Status PDDIKTI rektoratumsrappang@gmail.com 085299570468 Kode PT : 091058

Berita

Pesan Dadang Kahmad untuk Jurnalis Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Di tengah surplus informasi yang diterima publik, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad berpesan ke para jurnalis Muhammadiyah supaya ingat kandungan surat Ali Imran ayat 17.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi ini meminta supaya para jurnalis Muhammadiyah untuk merujuk sumber informasi yang mengandung kredibilitas dan kebenaran, tidak hanya mementingkan rating pemberitaan.

Dalam konteks jurnalistik, kata Dadang, sifat-sifat muslim yang digambarkan dalam Ali Imran ayat 17 bisa diterapkan, seperti sifat sabar, taat, tanggung jawab, tidak kikir informasi, dan korektif.

“Dalam tugas jurnalistik yang terkait dengan ayat ini ada unsur kesabaran, ketaatan, tanggung jawab, tidak kikir informasi dan permohonan ampun atas setiap informasi yang ditulis merupakan informasi yang benar tidak menyesatkan,” katanya pada (14/7) dalam penutupan UKW di UMB, Bandung.

Oleh karena itu, para jurnalis persyarikatan Muhammadiyah diharapkan untuk senantiasa melatih dan menguji kecakapan sebagai insan media. Salah satunya dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Selain itu, pesan yang bisa dipetik dari Surat Ali Imran ayat 17 adalah sebuah gambaran sifat hamba yang bertakwa, dan dijanjikan pahala berlimpah oleh Allah SWT.

Jika Ikut Pengajian Muhammadiyah, Lima Hal ini Akan Didapatkan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA – Bagi jemaah yang ikut menghadiri pengajian Muhammadiyah menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim setidaknya akan mendapatkan lima hal.

Hal itu disampaikan Kiai Saad pada Ahad (14/7) dalam pengajian dengan warga Muhammadiyah di Surabaya, Jawa Timur. Menurutnya hal pertama yang didapatkan jemaah ketika hadir di pengajian adalah akan dimudahkan jalan ke surga.

Kemudahan jalan ke surga ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad, bahwa barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah SWT mempermudah jalan bagi orang tersebut ke surga.

Selanjutnya yang kedua akan mendapatkan sakinah atau ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa yang didapatkan dari menghadiri pengajian Muhammadiyah, kata Kiai Saad, akan menjadi pangkal bagi kesehatan jasmani.

“Kalau jiwa kita tenang itu akan berpengaruh pada seluruh tubuh kita,” ungkap Kiai Saad Ibrahim.

Ketiga, yang didapatkan oleh jemaah yang menghadiri pengajian Muhammadiyah adalah rahmat Allah SWT yang tidak hanya berhenti di dunia, tapi berlanjut sampai akhirat.

“Nanti di akhirat kita juga diberi ketenangan oleh Allah, sama-sama kemudian diberikan surga oleh Allah,” katanya.

Keempat, dikelilingi oleh malaikat-malaikat yang senantiasa memohonkan maaf atas salah dan dosa kita kepada Allah SWT. Serta yang kelima, jemaah pengajian Muhammadiyah disebut-sebut namanya oleh Allah dengan bangga.

Di sisi lain, terkait dengan paham atau tidaknya jemaah pengajian tentang materi yang disampaikan oleh penceramah itu tidak disebutkan. Maka yang penting ikut pengajian saja, syukur-syukur nanti dibuka ilmu pengetahuannya.

Agama Islam bagi Muhammadiyah Tidak Sebatas Sistem Keyakinan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan ingatkan, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, sekaligus gerakan pembaruan dan berkemajuan.

Hal itu disampaikan sosok yang sering disapa Gus Bah ini pada Ahad (14/7) di Masjid KH. Sudja’ RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman. Meski masjid berada di kompleks rumah sakit, tapi jemaah yang hadir majemuk tidak hanya civitas hospitalia, tapi juga warga Muhammadiyah dan jemaah umum.

Berangkat dari pemahaman sebagai gerakan pembaruan dan berkemajuan, maka prinsip dasarnya adalah fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Di sisi lain identitas pembaruan ini ditunjukan oleh Muhammadiyah melalui cara mendekati teks yang menyeratakan ilmu pengetahuan umum.

“Muhammadiyah punya metode yang ilmiah, saintifik di dalam beragama. Sehingga beragama dengan ilmu pengetahuan itu jadi lebih mudah, jadi lebih pasti, jadi lebih presisi,” katanya.

Agama Islam bagi Muhammadiyah tidak sebatas sebagai sistem keyakinan, tapi juga keimanan harus bisa diamalkan. Gus Bah mengistilahkan bahwa iman diyakini dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan iman juga harus diamalkan melalui perbuatan.

“Kaffah Islam yang komprehensif adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara habluminallah atau hubungan yang baik dengan Allah, tetapi juga bagaimana menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan, baik dengan manusia, kehidupan sosial,” tuturnya.

Selain itu, sebagai gerakan penerus ajaran Nabi Muhammad, Muhammadiyah juga senantiasa menjalankan sunnah-sunnah nabi. Akan tetapi menurut Gus Bah yang membedakan Muhammadiyah dengan yang lain terkait dengan pelaksanaan sunnah adalah Muhammadiyah itu menjalankan secara substantif.

Termasuk dalam urusan kesalihan, di Muhammadiyah selain ada salih individu juga ada salih sosial. Artinya kebaikan ajaran Islam bagi Muhammadiyah diyakini tidak hanya berdampak baik pada individu itu saja, tetapi juga akan membawa kemajuan dan kebaikan bagi hajat hidup manusia banyak.

Muhammadiyah Kembali Salurkan Bantuan Alkes untuk Rumah Sakit Palestina di Mesir

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MESIR – Lazis Muhammadiyah (Lazismu) melalui Kantor Layanan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir menggelar acara serah terima bantuan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Palestina di Mesir.

Bantuan alat kesehatan ini diserahkan langsung oleh Kepala KL Lazismu PCIM Mesir, Muhamad Khairul Hakim. Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua PCIM Mesir Hidanul Akhwan, Ketua PCIA Mesir Hilma A’yunina, Sekjen Palestinian Red Crescent Tareek Arafat, Duta Besar Palestina untuk Mesir Abdul Hunud, dan Wakil Duta Besar RI untuk Mesir Muhammad Zain Nasution.

Sekjen Palestinian Red Crescent, Tareek Arafat, mengungkapkan kegembiraannya atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu.

“Sangat gembira dan senang dengan apa yang dilakukan oleh warga Indonesia melalui Lazismu Muhammadiyah. Mereka sangat cepat dalam menanggapi saudara-saudara di Palestina sehingga hubungan antara Indonesia dan Palestina sudah seperti saudara sendiri,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Senin (15/7).

Kepala KL Lazismu PCIM Mesir, Muhamad Khairul Hakim, dalam kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia melalui Lazismu. Ia juga menyebutkan bahwa Lazismu telah aktif memberikan bantuan sejak awal serangan Israel, termasuk pengiriman 2 kontainer bantuan makanan pokok dan obat-obatan selama bulan Ramadhan.

Bantuan alat kesehatan yang diserahkan meliputi 2 buah alat defibrillator dan 1 buah alat diathermy senilai $32,710. Alat-alat ini diharapkan dapat meringankan penderitaan dan membantu proses pengobatan bagi warga Palestina yang sedang menjalani perawatan di Mesir.

Khairul berharap bahwa bantuan ini dapat memberikan manfaat besar bagi saudara-saudara kita di Palestina yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu kesembuhan saudara kita yang membutuhkan,” tutupnya.

Muhammadiyah dan Al-Azhar Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan penghormatan tinggi kepada Grand Syekh Al Azhar, Ahmed Al Tayyeb, atas kontribusinya dalam memajukan moderasi Islam di tingkat internasional. Bersama Paus Fransiskus, Ahmed al-Tayyeb terus berusaha mempertahankan keseimbangan moderat di tengah ekstremitas global.

Dalam sebuah pertemuan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/07), Haedar mengharapkan agar Grand Syekh Al Azhar bersama tokoh-tokoh dunia dan pemimpin Islam terus berupaya mewujudkan kemerdekaan Palestina serta menciptakan perdamaian baru di Timur Tengah.

“Kalau Palestina belum menemukan solusi yang terbaik, sampai kapan pun akan menumbuhkan benih-benih ekstremitas dalam berbagai dimensi kehidupan,” ujar Haedar.

Haedar Nashir juga menekankan bahwa tidak cukup hanya moderasi, nilai-nilai agama harus membawa kemajuan peradaban. “Itulah yang kami maknai dari Al-Baqarah 143, umat tengahan yang menjadi saksi. Maksudnya adalah menjadi saksi dalam kontribusi kemajuan peradaban.” Haedar menyatakan bahwa umat Islam harus dapat menyelesaikan masalah di mana pun mereka ada.

Haedar juga menyoroti pentingnya menyebarkan pesan Islam yang progresif, sebuah prinsip yang menjadi landasan bersama antara Al Azhar dan Muhammadiyah. Dalam diskusinya dengan Grand Syekh Al Azhar, Haedar menekankan masalah ketertinggalan ekonomi yang dihadapi umat Islam.

Lebih jauh, dampak dari ketertinggalan di bidang ekonomi ini adalah hilangnya kekuatan dalam konstelasi politik internasional serta kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini menjadikan umat Islam tidak memiliki posisi yang kuat dalam arena global, sehingga semakin sulit untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan yang diharapkan.

Selain itu, peningkatan kerja sama antara Muhammadiyah dan Al-Azhar menjadi topik diskusi dalam pertemuan tersebut. Untuk bersatu dan maju bersama, perbedaan paham dan mazhab tidak menjadi penghalang.

Mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang Gelar Penyuluhan di Desa Karrang

NARASIRAKYAT, Enrekang, 12 Juli 2024  — Mahasiswa Semester 4 dari Jurusan Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melanjutkan Praktik Belajar Lapangan 2 (PBL 2) dengan agenda penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi di masyarakat serta sekolah. PBL 2 berlangsung selama dua pekan di Desa Karrang dan Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang.




Pada hari Jumat, 12 Juli 2024, Posko 2 di Desa Karrang memulai agenda pertama mereka dengan menyelenggarakan penyuluhan tentang pengelolaan sampah dan limbah di SDN Negeri 52 Karrang. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan Devy Febrianti, S.KM., M.Kes., yang merupakan dosen pembimbing dari UMS Rappang.




Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan limbah. Mahasiswa memberikan materi edukatif yang mencakup teknik pengelolaan sampah yang baik, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta dampak buruk dari pengelolaan sampah yang tidak tepat terhadap lingkungan dan kesehatan.




"Dengan berjalannya agenda pertama hari ini, kami berharap agenda selanjutnya bisa berjalan dengan lancar dan edukasi yang disampaikan diterima dan dapat diterapkan dengan baik oleh masyarakat," ungkap salah satu mahasiswa peserta PBL 2.




Selama dua pekan ke depan, mahasiswa akan terus melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Karrang dan Desa Taulan. Selain penyuluhan tentang pengelolaan sampah, mereka juga akan memberikan pendampingan dalam berbagai program kesehatan dan melakukan evaluasi terhadap implementasi program-program tersebut di lapangan.




UMS Rappang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan PBL 2 ini. Dengan bimbingan para dosen yang berpengalaman, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar mereka.




Kegiatan PBL 2 ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Karrang dan Desa Taulan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Semoga edukasi yang diberikan dapat diterima dan diterapkan dengan baik, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih.

FKIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Kirim Delegasi ke Pelatihan Nasional Pengelolaan Lab

NARASIRAKYAT, Sidenreng Rappang, 12 Juli 2024  — Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti pelatihan tingkat nasional. Pelatihan ini difokuskan pada pengelolaan laboratorium bagi pranata dan laboran pendidikan, dan dilaksanakan oleh Lembaga Pusat Kajian Manajemen Indonesia (LPKMI) di Fave Hotel LTC Glodok, Jakarta, pada 11-12 Juli 2024.




Delegasi dari UMS Rappang terdiri dari Abdul Rahman, S.Pd., seorang staf dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Zulkarnain, S.IP., Kepala Bagian BSI UMS Rappang. Kehadiran mereka dalam pelatihan ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium pendidikan, yang diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan penelitian di kampus.




Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPKMI ini dihadiri oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek pengelolaan laboratorium, mulai dari manajemen sumber daya, pemeliharaan alat dan bahan, hingga penerapan standar keamanan dan kesehatan kerja di laboratorium pendidikan.



Abdul Rahman, salah satu delegasi dari UMS Rappang, mengungkapkan pentingnya pelatihan ini dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kampus. "Kami berharap dengan mengikuti pelatihan ini, kami dapat membawa pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola laboratorium pendidikan di UMS Rappang. Ini akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian, serta memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa dan dosen," ujarnya.


Zulkarnain menambahkan bahwa pelatihan ini juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan institusi lain. "Melalui pelatihan ini, kami dapat berbagi pengalaman dan belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di institusi lain. Ini akan memperkuat jaringan kami dan membuka peluang untuk kolaborasi di masa depan," katanya.



UMS Rappang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas di kampus. Pengiriman delegasi ke pelatihan nasional ini adalah salah satu langkah konkret untuk mencapai visi tersebut. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara efektif di kampus, membawa dampak positif bagi seluruh civitas akademika.



Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, UMS Rappang berharap dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Partisipasi dalam pelatihan nasional ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan laboratorium yang lebih profesional dan berkualitas, sejalan dengan visi UMS Rappang untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baitul Arqam Angkatan I UMS Rappang Internalisasi Ideologi Muhammadiyah untuk Kampus Unggul dan Isla

NARASIRAKYAT,Sidenreng Rappang, 12 Juli 2024  — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) sukses menggelar Baitul Arqam Mahasiswa Angkatan I dengan tema "Internalisasi Ideologi Muhammadiyah, Wujudkan Kampus Unggul dan Islami". Kegiatan yang dilaksanakan di lantai 3 Gedung Rektorat ini berlangsung selama tiga hari, dengan partisipasi 25 mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).




Baitul Arqam ini merupakan bagian integral dari pengenalan Mahasiswa terhadap Persyarikatan Muhammadiyah, langkah wajib bagi setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus Muhammadiyah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus, serta membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan Islami.




Kegiatan Baitul Arqam dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran orang dewasa yang meliputi sesi indoor dan outdoor. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami dan menginternalisasi ideologi Muhammadiyah dalam keseharian mereka.



Rektor UMS Rappang, Prof. H. Jamaluddin, memberikan komentarnya terkait pelaksanaan Baitul Arqam ini. "Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dalam mengikuti Baitul Arqam. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman mereka tentang ideologi Muhammadiyah. Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat," ujarnya.




Dengan dilaksanakannya Baitul Arqam, UMS Rappang menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus dan berkontribusi positif di masyarakat.




Para peserta Baitul Arqam mengaku antusias dan mendapatkan banyak pengetahuan serta wawasan baru. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka mata kami tentang pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu peserta.


Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, UMS Rappang terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul dan Islami, sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah. Semoga kegiatan Baitul Arqam ini menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.

Mahasiswa KKN Tematik UMS Rappang Bersama Masyarakat Desa Kalosi Alau Mewujudkan Pelayanan Unik dan


NARASIRAKYAT,SIDRAP,  11 Juli 2024  — Sudah satu bulan berlalu sejak mahasiswi peserta KKN Tematik UMS Rappang memulai pengabdian mereka di Desa Kalosi Alau. Tiga mahasiswi yang terdiri dari Nuramaliah Isra (Kewirausahaan), Ummi Syafaat (Bisnis Digital), dan Rasdianti Tuli (Administrasi Kesehatan) telah melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat setempat, memberikan dampak positif yang signifikan.




Mahasiswi KKN Tematik UMS Rappang telah banyak terlibat dalam kegiatan desa, mulai dari kerja bakti setiap minggu di berbagai titik desa, hingga penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Posyandu dan Posbindu. Mereka juga aktif dalam musyawarah bersama dan khusus perempuan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengolahan limbah sampah, terutama plastik.




Kepala Desa Kalosi Alau dan jajarannya, termasuk Bu Andi Apris, yang akrab disapa Pung Appi, senantiasa aktif dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan desa. Pung Appi telah banyak berbagi pengalaman dan memberikan pelajaran berharga kepada para peserta KKN. Pemerintah desa menunjukkan komitmen tinggi dalam mewujudkan sistem pelayanan yang unik dan ramah lingkungan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.



Selama sebulan ini, banyak hal kecil namun penting yang ditemui oleh para mahasiswi terkait kehidupan di Desa Kalosi Alau. Desa ini memiliki sistem pelayanan yang tidak hanya unik, tetapi juga ramah lingkungan, yang berhasil menyadarkan masyarakat setempat akan pentingnya hidup sehat. Dengan dukungan penuh dari aparat pemerintahan desa, para mahasiswi KKN Tematik UMS Rappang telah berhasil mengimplementasikan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.




Beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan antara lain kerja bakti mingguan, kegiatan Posyandu dan Posbindu, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Musyawarah bersama dan musyawarah khusus perempuan juga rutin diadakan, yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Selain itu, edukasi tentang pengolahan limbah sampah, terutama plastik, terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.



Melalui kegiatan KKN ini, para mahasiswi berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dan membawa perubahan yang berkelanjutan di Desa Kalosi Alau. Pengalaman ini tidak hanya memberikan pelajaran berharga bagi para peserta KKN, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.


Kalosi Alau Sebuah desa yang kini semakin dikenal dengan sistem pelayanan yang ramah lingkungan dan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, berkat kerja keras dan kolaborasi antara mahasiswi KKN Tematik UMS Rappang dan aparat pemerintahan desa. 

UMS Rappang Perluas Jaringan Kolaborasi dengan CAKAP untuk Tingkatkan Kompetensi Bahasa dan Keteramp

NARASIRAKYAT, Jakarta Pusat, 10 Juli 2024 — Tim PKKM Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melakukan kunjungan ke kantor utama CAKAP di Grogol, Jakarta Pusat, untuk memperluas jaringan kolaborasi dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang peningkatan kompetensi bahasa dan keterampilan.




Kunjungan yang dihadiri oleh Dr. Aswadi, S.Pd., Muhammad Aksan, S.P., M.Sc., dan Sundari, S.A.P., M.A.P., bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Tim UMS Rappang disambut oleh Rani Konsmelia Kumala, Manager Business Development CAKAP.


Acara dimulai dengan pemaparan profil perusahaan dan layanan edukatif yang ditawarkan oleh CAKAP. Beberapa program yang dipresentasikan meliputi peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin, yang tidak hanya memberikan sertifikasi lisensi bahasa, tetapi juga meningkatkan kemampuan berbahasa secara komprehensif.



Kerja sama ini memungkinkan perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan keterampilan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan staf di berbagai bidang seperti pertanian (agrikultur), kewirausahaan, dan lainnya. CAKAP menawarkan fleksibilitas pembelajaran yang bisa dilakukan secara online penuh, hybrid, maupun on-site (pelatihan langsung di lokasi mitra) dengan dukungan sistem digital learning yang mumpuni dan biaya yang terjangkau.


Sejak berdiri lima tahun lalu, CAKAP telah membuktikan kualitasnya dengan menjalin kerja sama dengan ratusan institusi pendidikan dan non-pendidikan, baik pemerintah maupun swasta, termasuk Kemendikbud. Kini, UMS Rappang menjadi bagian dari jaringan kolaborasi tersebut dengan harapan dapat mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, sejalan dengan slogan universitas, "The Digital Entrepreneurship University".




Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU di ruang serba guna Contribution serta penandatanganan Berita Acara pelaksanaan site visit. Dengan adanya perjanjian ini, UMS Rappang dan CAKAP berkomitmen untuk mengasah kemampuan dan keterampilan sivitas akademika UMS Rappang melalui layanan pendidikan online interaktif dan personal.




Tim PKKM, Muhammad Aksan, S.P., M.Sc. , Menyatakan Ini adalah langkah strategis UMS Rappang dalam memperkuat kompetensi dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan dukungan teknologi digital, membuka peluang baru bagi mahasiswa dan staf untuk berkembang secara profesional.